Macam-macam Vaksin dan Fungsinya

Vaksin atau imunisasi sangat penting dalam mencegah penyakit. Pada masyarakat yang tidak menggunakan vaksin maka penyakit tertentu makan banyak ditemukan dan menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Contohnya adalah pada suatu negara yang melarang imunisasi polio sehingga kasus polio sangat tinggi di negara tersebut beberapa tahun kemudian. Celakanya hal ini tidak hanya berdampak pada negara tersebut tapi negara-negara lain di sekitarnya karena virus polio sangat menular dan tidak mengenal batas negara.

Vaksin tidak berfungsi untuk mencegah semua penyakit. Vaksin tertentu hanya untuk mencegah penyakit tertentu saja. Berikut macam-macam vaksin dan fungsinya.

Ada 5 jenis atau 5 macam vaksin yang wajib diberikan bagi anak dibawah usia 1 tahun. Vaksin ini biasanya gratis diperoleh di puskesmas. Adapun pasien tersebut yaitu:

Vaksin hepatitis B atau Hep B

Vaksin ini diberikan dalam bentuk suntikan di paha bagian luar. Vaksin hepatitis B fungsinya adalah untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak atau dari lingkungan sekitar ke anak atau bayi. Vaksin hepatitis B dalam bentuk tunggal biasanya diberikan hanya satu kali yaitu pada saat baru lahir atau beberapa hari setelah lahir.

Vaksin BCG

Vaksin BCG diberikan dalam bentuk suntikan di dalam kulit lengan. Pemberian vaksin ini cukup satu kali seumur hidup dan hanya diberikan pada usia anak 1 bulan sampai 3 bulan. Vaksin BCG fungsinya untuk mencegah seseorang terinfeksi kuman mycobacterium tuberculosis, yaitu kuman yang menyebabkan penyakit tuberkulosis paru paru atau tuberkulosis lainnya seperti tuberkulosis otak, tuberkulosis usus, tulang, kulit dan sebagainya.

Vaksin polio

Vaksin polio merupakan vaksin yang paling gampang pemberiannya yaitu cukup diteteskan sebanyak 2 tetes ke mulut bayi. Vaksin ini diberikan 4 kali yaitu pada saat lahir pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Vaksin polio fungsinya adalah untuk mencegah penyakit polio yaitu penyakit yang ditandai dengan lumpuh layu pada kaki atau tangan.

Vaksin DPT combo

Vaksin DPT combo sebenarnya terdiri dari 4 jenis vaksin yang dijadikan satu. Vaksin vaksin tersebut yaitu vaksin Difteri, vaksin pertusis, vaksin tetanus, dan vaksin hepatitis B. Tujuan penyatuan ini adalah agar pemberiannya cukup satu kali sehingga tidak memberikan rasa tidak nyaman pada bayi berkali-kali. Vaksin DPT combo diberikan dengan cara disuntikkan pada otot paha bagian luar, seperti halnya pemberian vaksin hepatitis B pada saat lahir.  Vaksin DPT combo fungsinya adalah untuk mencegah penyakit Difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan hepatitis B. Vaksin DPT biasanya diberikan 3 kali pada bayi yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.


Vaksin campak

Vaksin campak diberikan 1 kali pada bayi yaitu pada umur 9 bulan. Pemberiannya juga sama yaitu disuntikkan di otot paha bagian luar. Vaksin campak fungsinya untuk mencegah penyakit campak. Walaupun Penyakit ini sebagian besar ringan tapi pada beberapa kasus dapat berakibat fatal yaitu muncul penyakit radang paru atau radang otak.

Sedangkan macam-macam vaksin dan fungsinya yang tidak wajib diberikan tapi dianjurkan yaitu:

Vaksin Varicella yang bertujuan atau berfungsi untuk mencegah penyakit cacar air.

Vaksin influenza fungsinya untuk mencegah penyakit influenza. Vaksin ini harus diberikan setiap tahun.

Vaksin pneumococcus. Fungsi vaksin ini adalah untuk mencegah penyakit pneumonia, meningitis, dan otitis atau infeksi telinga.

Vaksin hepatitis A fungsinya untuk mencegah penyakit hepatitis A.

Vaksin HPV atau human papilloma virus. Fungsi vaksin ini adalah melindungi seorang wanita dari infeksi human papilloma virus. Virus ini adalah Biang Kerok terjadinya penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim. Vaksin HPV biasanya diberikan pada saat anak usia sekitar 10 tahun.

Demikian berbagai macam vaksin dan fungsinya semoga bermanfaat.