PENYAKIT TETANUS: PENYEBAB DAN PENGOBATAN

Apa penyebab penyakit tetanus?

Penyakit tetanus disebabkan oleh bakteri clostridium Tetani.

Bagaimana proses sehingga bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit tetanus?

Spora bakteri biasanya terdapat di tanah. Ketika seseorang luka, tanah yang mengandung spora bakteri akan ikut mengkontaminasi luka. Setelah mendapat tempat yang cocok, spora akan pecah dan bakteri tetanus akan berkembang biak. Selama proses perkembangbiakan bakteri menghasilkan racun yang disebut tetanospasmin. Racun inilah yang akan beredar ke seluruh tubuh dan menyebabkan kekejangan otot. Bakteri tetanus sendiri tidak kemana-mana, tetap di tempatnya semula.

Apa saja gejala penyakit tetanus?

Gejala utama penyakit tetanus adalah kekejangan dan kekakuan otot. Otot yang pertama kali mengalami kekejangan dan kekakuan adalah otot pengunyah. Akibatnya mulut menjadi terkunci. Kemudian disusul oleh otot leher dan tenggorokan sehingga penderita sulit untuk menelan.

Jika otot dada mulai terserang maka penderita akan kesulitan bernapas. Hal ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Pada sebagian orang, otot wajah, otot tangan dan kaki, dan otot tulang belakang juga ikut terkena.

Gejala lain yang dapat ditemui pada penderita tetanus yaitu diare, tinja berdarah, demam, sakit kepala, sensitif terhadap cahaya, sensitif terhadap suara, dan sensitif terhadap sentuhan. Detak jantung kadang-kadang meningkat dan tubuh berkeringat.

Berapa lama baru gejala muncul dihitung sejak spora masuk ke dalam luka?

Umumnya gejala baru muncul setelah 7 sampai 10 hari pasca infeksi. Tapi kadang-kadang bisa lebih cepat yaitu 4 hari atau bisa lebih lama yaitu 3 minggu. Bahkan pada kasus yang ekstrim bisa memakan waktu bulanan.

Semakin jauh tempat infeksi terhadap sistem saraf pusat semakin lama masa inkubasi. Demikian pula sebaliknya.

Apa ciri-ciri luka yang kemungkinan besar akan diinfeksi oleh bakteri tetanus?

Luka tusuk yang dalam yang terkontaminasi oleh kotoran binatang atau tanah

Luka terbuka pada patah tulang yang rentan terhadap infeksi

Luka dimana terjadi kehilangan jaringan kulit atau daging yang cukup banyak.

Luka yang terdapat benda asing di dalamnya.

Bagaimana tindakan terhadap jenis-jenis luka di atas?

Luka dibersihkan dan jika memungkinkan dibuat terpapar dengan udara. Bakteri tetanus akan mati jika berada dalam kondisi kaya oksigen. Proses pembersihan luka kadangkala membutuhkan proses operasi yang cukup besar. Proses ini disebut debridement.

Penderita juga diberi suntikan tetanus sebanyak 0,5 cc pada otot bokong. Selain itu untuk membunuh bakteri clostridium Tetani diberikan antibiotik dari golongan penisilin atau metronidazol.

Bagaimana tindakan yang dilakukan jika timbul kejang dan kekakuan pada otot?

Tindakan pertama adalah mengisolasi penderita sehingga paparan terhadap suara, cahaya dan sentuhan lebih minimal.

Jika ada kesulitan bernafas pasien dipasang alat bantu napas atau ventilator. Untuk mengurangi kekejaman dan kekakuan diberikan obat obat golongan antikonvulsan, pelumpuh otot, dan penghambat neuromuskular. Contohnya diazepam, baclofen, pancuronium, dan vecuronium.

Bagaimana cara mencegah penyakit tetanus?

Sebagian besar penderita tetanus Jika ditanya apakah pernah menjalani vaksinasi rata-rata menjawab tidak pernah. Oleh karena itu vaksinasi tetanus sangat penting untuk mencegah munculnya penyakit tetanus di kemudian hari.

Vaksinasi tetanus biasanya tidak berdiri sendiri tapi bergabung dengan vaksin Difteri dan pertusis. Bayi sampai umur 1 tahun hendaknya mendapat tiga kali suntikan vaksinasi tetanus yaitu pada usia 2  bulan 3, bulan dan 4 bulan. Vaksinasi ulang untuk penguatan dapat dilakukan menjelang usia 2 tahun dan usia 5 tahun. Selanjutnya sekali tiap 10 tahun.

Orang yang mengalami luka sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan di atas dapat divaksin ulang jika dalam 5 tahun terakhir tidak mendapat vaksin penguatan.

Apa saja komplikasi dari penyakit tetanus?

Ada berbagai jenis komplikasi yang dapat timbul akibat infeksi penyakit tetanus.

Komplikasi pertama adalah patah tulang. Patah tulang dapat terjadi karena kekakuan dan kekejangan otot yang sangat kuat.

Komplikasi kedua adalah Pneumonia aspirasi. Hal ini terjadi karena masuknya isi lambung ke dalam paru-paru mengakibatkan infeksi paru-paru berat.

Komplikasi ketiga adalah spasme laring. Salah satu akibat dari spasme laring adalah henti nafas.

Komplikasi keempat adalah kejang umum. Kejang ini terjadi akibat dari racun tetanospasmin sudah mempengaruhi otak.

Komplikasi kelima adalah gagal ginjal. Kejang otot yang terus-menerus menyebabkan banyak sel otot yang rusak. Salah satu produk samping dari kerusakan otot adalah protein. Protein ini akan menumpuk di ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.