TENSI DIGITAL

Sejarah Tensimeter (Sphygmomanometer)

Alat tensimeter atau sphygmomanometer telah melewati sejarah panjang sebelum sampai pada alat modern seperti yang kita gunakan hari ini.

Awalnya, pengukuran tekanan darah hanya menggunakan pipa kaca yang dimasukkan ke dalam arteri seekor kuda. Percobaan ini dilakukan oleh Reverend Stephen Hales. Tekanan darah terlihat dari tingginya permukaan darah dalam pipa kaca tersebut.

Baru pada 1881, tensimeter (sphygmomanometer) pertama ditemukan oleh Samuel Siegfried Karl Ritter von Basch. Tensimeternya sangat sederhana, terdiri dari balon karet yang diisi air. Balon tersebut dihubungkan dengan tabung merkuri untuk menerjemahkan tekanan dalam satuan milimeter air raksa (mmHg).

Pada 1896, tensimeter disempurnakan oleh Scipione Riva-Rocci, yaitu dengan membuat manset atau balon karet dapat melingkari lengan atas.

Sejarah pengukuran tekanan darah secara modern dimulai pada 1905, saat Dr. Nikolai Korotkov (Korotkoff) menemukan tekanan sistolik dan diastolik menggunakan tensimeter yang sudah ada. Tekanan tersebut dibedakan berdasarkan bunyi yang muncul pada saat tekanan dalam balon karet diturunkan perlahan. Untuk menghormati penemunya, bunyi tersebut dinamakan Korotkoff Sounds.

Sejak penemuan oleh Nikolai Korotkoff, tensimeter berkembang pesat. Saat ini ada berbagai macam tensimeter, mulai dari air raksa, aneroid (menggunakan jarum) sampai tensimeter digital. Tapi versi air raksa saat ini sudah ditinggalkan karena air raksa yang ada di tensimeter yang rusak dapat tercecer dan mencemari lingkungan.

Penemu Alat Ukur Tekanan Darah (Tensimeter)
Siapa ya penemu alat pengukur tekanan darah atau tensimeter?

Penemu alat ukur tekanan darah adalah seorang dokter berkebangsaan Rusia, namanya Nikolai Sergeyevich Korotkov, dalam bahasa Rusia ditulis Николай Серге́евич Коротков. Korotkov dalam beberapa literatur ditulis sebagai Korotkoff.

Nikolai Korotkov menulis tentang penggunaan tensimeter pada 1905. Tentu saja pada saat itu masih menggunakan alat pengukur tekanan dari air raksa.

Penggunaan tensimeter dengan cepat meluas karena selain mudah dilakukan, juga tidak menyakiti pasien (non invasif). Maksudnya tidak membutuhkan tusukan jarum atau memasukkan alat ke dalam tubuh. Oleh karena itu akhirnya tensimeter menjadi "standar emas" pengukuran tekanan darah.

Oh ya, Mister Korotkov ini lahir di Kursk Rusia pada 26 Februari 1874 dan meninggal pada 14 Maret 1920. Beliau meninggal karena terserang penyakit tuberkulosis yang pada saat itu belum diketahui obatnya.

Tensi Digital Omron
Omron adalah perusahaan Jepang yang didirikan oleh Kazuma Tateisi pada 10 Mei 1933. Saat ini, perusahaan yang bermarkas di kota Kyoto ini dipimpin oleh Yoshihito Yamada dengan jumlah karyawan lebih dari 30.000 orang di seluruh dunia. Nama Omron berasal dari nama daerah di Kyoto yaitu Omuro (御室).

Selain bergerak di bidang otomatisasi industri, sistem elektronik otomotif, Omron juga bergerak di bidang kesehatan yaitu alat pengukur tekanan darah, ECG portabel, termometer digital, dan lain-lain.

Di Indonesia, masyarakat banyak mengenal produk alat pengukur tekanan darah atau tensi digital omron.

Tensi digital omron terdiri berbagai macam variasi, dengan fitur yang berbeda-beda. Tetapi pada umumnya telah memiliki teknologi seperti:
1. Intellisense Technology, yaitu suatu teknologi yang dapat menyesuaikan besarnya tekanan yang diberikan pada saat pengukuran tekanan darah sesuai dengan kondisi perseorangan. Dengan demikian, hasilnya lebih akurat, nyaman, mudah, dan terpercaya.
2. Indikator tekanan darah, jika hasil pengukuran tinggi indikator LED akan menyala merah, dan jika hasil pengukuran normal indikator menyala hijau.
3. Indikator pemasangan manset. Indikator ini berguna untuk mendeteksi apakah manset sudah terpasang dengan benar atau belum.
4. Tensi digital Omron memiliki dua sumber listrik, yaitu beterai dan adaptor AC. Dengan demikian, pemakaiannya lebih hemat.
5. Denyut jantung juga dapat terdeteksi dan alat otomatis memberitahukan apakah denyut jantung teratur atau tidak.
Sys Dia Pulse Normal Tensi Digital
Sys Dia Pulse adalah tulisan yang sering tertera pada tensi digital pada umumnya. Apa artinya?

Sys kependekan dari Systole, dalam Bahasa Indonesia sering ditulis sebagai Sistole, adalah tekanan darah yang terukur saat jantung berdetak atau kontraksi. Normalnya sekitar 120 mmHg.

Dia adalah kependekan dari Diastole, yaitu tekanan darah saat jantung istirahat atau relaksasi diantara dua denyutan jantung. Nilai normalnya sekitar 80 mmHg.

Pulse artinya denyut nadi. Nilai normal denyut nadi adalah 60 - 100 kali per menit.

Manfaat Tensi Darah
Tensi darah disebut juga dengan tekanan darah, adalahnya besarnya tekanan darah manusia yang diukur dilengan atas atau ditempat lain.

Tekanan tersebut ditulis dalam satan mmHg dan normalnya berada di kisaran 120/80 mmHg.

Manfaat dilakukannya pengukuran tensi dara adalah mengetahui apakah tekanan darah orang yang diperiksa rendah, normal, atau tinggi. Jika sudah diketahui, maka dapat diambil tndakan lebih lanjut.

Khusus pada orang yang mengalami tensi darah yang tinggi, maka perlu penanganan dan pengelolaan tekanan darah untuk mengindari komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, atau kerusakan mata.

Pengelolaan tersebut meliputi menjalani gaya hidup sehat dan pola makan yang baik serta rajin kontrol tekanan darah. Jika dokter menganjurkan minum obat, maka minumlah obat secara teratur dan disiplin.

Tekanan darah yang dikelola dengan baik, akan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Harga Tensi Digital
Harga tensi digital sangat bervariasi, tergantung merek dan serinya. Tensi digital standar dengan merek tidak terkenal berkisar di harga 250 sampai dengan 500 ribuan. Sedangkan tensi digital dengan merek cukup dikenal dan kualitas relatif baik berkisar antara 500 ribu sampai dengan 2 juta rupiah.
Sebelum melakukan pembelian, sebaiknya melakukan pengecekan harga lebih dulu. Beberapa website yang dapat digunakan untuk mengecek harga tensi digital adalah:
www.lazada.co.id
www.blibli.com
www.bukalapak.com
www.bhinneka.com
Disamping harga pertimbangkan juga fitur lainnya. Misalnya apakah menggunakan beterai atau tersedia AC adaptor untuk dicolok ke listrik. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah keakuratan hasil dan kemudahan penggunaan alat.